<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>LP2KS</title>
	<atom:link href="http://lp2ks.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lp2ks.wordpress.com</link>
	<description>Lembaga Pemuda Perlindungan Konsumen Sejahtera</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Apr 2008 13:00:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='lp2ks.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>LP2KS</title>
		<link>http://lp2ks.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://lp2ks.wordpress.com/osd.xml" title="LP2KS" />
	<atom:link rel='hub' href='http://lp2ks.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MSG dan Zat Berbahaya dalam Jajanan Anak-anak</title>
		<link>http://lp2ks.wordpress.com/2008/04/03/msg-dan-zat-berbahaya-dalam-jajanan-anak-anak-2/</link>
		<comments>http://lp2ks.wordpress.com/2008/04/03/msg-dan-zat-berbahaya-dalam-jajanan-anak-anak-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 08:50:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lp2ks</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lp2ks.wordpress.com/2008/04/03/msg-dan-zat-berbahaya-dalam-jajanan-anak-anak-2/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : A Nizami Dalam Islam, kita disuruh bukan hanya makanan yang halal, tapi juga makanan yang baik. Halaalan Thoyyiban. Halal dan baik: &#8220;Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.&#8221; [An Nahl:114] Artinya selain tidak memakan yang haram seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lp2ks.wordpress.com&amp;blog=3186279&amp;post=4&amp;subd=lp2ks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : A Nizami</p>
<p>Dalam Islam, kita disuruh bukan hanya makanan yang<br />
halal, tapi juga makanan yang baik. Halaalan<br />
Thoyyiban. Halal dan baik:</p>
<p><em><strong>&#8220;Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang<br />
telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat<br />
Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.&#8221; [An<br />
Nahl:114]</strong></em></p>
<p>Artinya selain tidak memakan yang haram seperti daging<br />
babi atau minuman keras, kita juga harus makan makanan<br />
yang baik. Artinya tidak basi atau berbahaya bagi<br />
tubuh kita. Makanan tersebut harus bergizi dan baik<br />
bagi tubuh kita.</p>
<p><span id="more-4"></span></p>
<p>Jika anda mempunyai anak, terutama Balita, maka anda<br />
harus mewaspadai makanan apa yang mereka makan. Jangan<br />
biarkan anak anda makan makanan kemasan yang<br />
mengandung pengawet, msg, apalagi pemanis buatan.</p>
<p>Tidak jarang makanan tersebut sangat gurih dan terasa<br />
bumbunya sehingga anak-anak ketagihan dan memakannya<br />
hampir setiap hari. Padahal bumbu tersebut umumnya<br />
mengandung zat yang berbahaya yang bisa mengakibatkan<br />
radang tenggorokan, kanker, batuk, flu, gangguan<br />
ginjal, mual, dan sebagainya.</p>
<p>Khusus mengenai pemanis buatan, di zaman Krismon ini<br />
banyak orang yang memakainya karena harganya jauh<br />
lebih murah dari gula biasa. Baca kemasan jajanan anak<br />
anda. Kalau mengandung aspartame, siklamat, dan<br />
sakarin, berarti itu mengandung pemanis buatan.</p>
<p>Saya punya 2 keponakan yang sampai menginap di rumah<br />
sakit karena radang yang berbahaya akibat sering<br />
memakan snack / cemilan anak-anak yang sering<br />
diiklankan di TV. Untung saja jiwanya masih bisa<br />
diselamatkan.</p>
<p>Jika memang anak anda harus jajan, batasilah sekedar<br />
susu, biskuit, wafer, dan coklat. Perhatikan benar<br />
agar jajanan tersebut tidak mengandung zat berbahaya<br />
seperti di atas.</p>
<p>Jika anak anda memaksa makan mie instan, banyakkan<br />
kuahnya sampai hampir penuh. Kemudian bumbunya cukup<br />
separuh saja. Karena selain berbahaya anak anda bisa<br />
langsung kena diare.</p>
<p>Meski anda sudah berhati-hati, kalau kakek dan<br />
neneknya datang juga anda harus hati-hati dan berpesan<br />
agar tidak memakan cemilan yang mengandung zat-zat<br />
berbahaya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lp2ks.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lp2ks.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lp2ks.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lp2ks.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lp2ks.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lp2ks.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lp2ks.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lp2ks.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lp2ks.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lp2ks.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lp2ks.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lp2ks.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lp2ks.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lp2ks.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lp2ks.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lp2ks.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lp2ks.wordpress.com&amp;blog=3186279&amp;post=4&amp;subd=lp2ks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lp2ks.wordpress.com/2008/04/03/msg-dan-zat-berbahaya-dalam-jajanan-anak-anak-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/131cbab148f77f86c7688277bdd1d92f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lp2ks</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>(Masih) Tentang Pangan</title>
		<link>http://lp2ks.wordpress.com/2008/03/17/hello-world/</link>
		<comments>http://lp2ks.wordpress.com/2008/03/17/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2008 08:24:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lp2ks</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Nur Hadi (LP2KS) Ketika jaman orde baru kita sering mendengar istilah bangsa tempe atau otak tempe. Julukan ini berasal dari rakyat Indonesia sendiri karena saking seringnya mengkonsumsi turunan kedelai tersebut. Sebutan itu untuk menggambarkan kurangnya kualitas dari otak dan tenaga yang kalah bersaing dengan bangsa lain. Namun julukan negatif tersebut tidak mempengaruhi kegemaran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lp2ks.wordpress.com&amp;blog=3186279&amp;post=1&amp;subd=lp2ks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Nur Hadi (LP2KS)</p>
<p>Ketika jaman orde baru kita sering mendengar istilah bangsa tempe atau otak tempe. Julukan ini berasal dari rakyat Indonesia sendiri karena saking seringnya mengkonsumsi turunan kedelai tersebut. Sebutan itu untuk menggambarkan kurangnya kualitas dari otak dan tenaga yang kalah bersaing dengan bangsa lain. Namun julukan negatif tersebut tidak mempengaruhi kegemaran bangsa ini untuk mengkonsumsinya. Seiring dengan waktu dipastikan tempe kaya protein nabati.<br />
<span id="more-1"></span><br />
Propaganda keunggulan gandum dan kedelai impor sebagai alternatif pangan sangat berhasil di republik ini. Gandum dan kedelai adalah dua pangan nabati dengan kandungan gizi baik sayangnya sebagian besar dipenuhi lewat impor. Sebenarnya ada dua jenis kedelai ekonomis Glycine max (disebut kedelai putih, yang bijinya bisa berwarna kuning, agak putih, atau hijau) dan Glycine soja (kedelai hitam, berbiji hitam). G. max merupakan tanaman asli daerah subtropik, sementara G. soja merupakan tanaman asli tropis di Asia Tenggara. Pemuliaan serta domestikasi belum berhasil sepenuhnya mengubah sifat fotosensitif kedelai putih. Di sisi lain, kedelai hitam yang tidak fotosensitif kurang mendapat perhatian dalam pemuliaan meskipun dari segi adaptasi lebih cocok bagi Indonesia. Sedangkan tanaman gandum sulit dikembangkan di daerah tropis.<br />
Tingginya kebutuhan akan kedelai mencapai 2 juta ton/tahun namun tidak diikuti produksi dalam negeri (hanya 800 ton/tahun) dan sisanya harus dipenuhi lewat impor sebesar 1,2 juta ton/tahun (Deptan). Setiap importasi kedelai akan menyedot devisa yang sangat besar hingga Rp. 3 triliun/tahun. Terlebih impor gandum yang setiap tahunnya mencapai 4,5 juta ton menghabiskan devisa Rp. 6 triliun dan akan bertambah jika terjadi kenaikkan harga.<br />
Sekarang makanan turunan kedelai dan gandum merupakan makanan mahal. Harga kedelai dari Rp. 3.450/kg naik hingga Rp. 7.500/kg naik drastis pada awal Januari 2008 (Kompas). Kenaikan harga mengancam ribuan pengusaha tahu dan tempe bangkrut karena tidak mampu mengimbangi harga kedelai yang terus melambung. Tidak hanya kedelai, bahan baku mi instan dan roti yang terbuat dari gandum juga menunjukkan kenaikkan. Di pasaran, harga terigu mulai meroket sejak Desember 2007. Di Jakarta terigu dijual Rp 12.000 per kilogram (kg) sedangkan pertengahan Desember 2007, harga terigu itu masih Rp 5.800 per kg. </p>
<p>Lemahnya Kelembagaan<br />
Konsistensi pemerintah dalam upaya swasembada kedelai juga patut dipertanyakan. Kedelai pernah mengalami masa keemasan yaitu pada tahun 1992 yang mampu produksi hingga 1,8 juta ton. Namun dari tahun 1993 hingga tahun 2003 produksinya  terus turun dan  mengalami fluktuatif hingga tahun 2007. Penyebab menurunnya produksi dalam negeri akibat harganya tidak dapat bersaing dengan kedelai impor. Kemudahan impor dan bea masuk rendah (±10%) menambah beban persaingan bagi petani kedelai kala itu. Negara eksportir secara nyata memberlakukan proteksi terhadap petaninya yang tidak bisa dilakukan oleh pemerintah Indonesia.<br />
Akhirnya Indonesia menjadi pasar potensial untuk produk gandum dan kedelai. Harga kedelai impor direkayasa agar lebih murah juga dengan fasilitas lain seperti kemudahan tataniaga impor (LC mundur), pemberian subsidi negara produsen, dan unfair trade. Akhirnya petani kedelai sukar mendapat harga yang menguntungkan. Dua komoditas tersebut akan terus bermasalah jika masih kuatnya pengaruh asing terhadap kebijakan di Indonesia. Dan persoalan yang sama juga kerap terjadi pada komoditas pertanian lainnya. Tingginya produksi akan berakibat jatuhnya harga komoditas itu sendiri, walau pasar masih defisit. Dan diperparah kebijakan penstabilan harga oleh pemerintah melalui impor yang tidak terkontrol.<br />
Upaya ketahanan pangan sebetulnya dilakukan sejak tahun 1974, Pemerintah mencanangkan diversifikasi pangan dalam upaya memperbaiki mutu dan gizi makanan. Bahkan tahun 1979, Pemerintah mengokohkan dalam bentuk Inpres No. 20/1979 tentang penganekaragaman pangan. Hingga akhirnya Presiden Megawati Soekarnoputri menyetujui pembentukkan Dewan Ketahanan Pangan pada tahun 2001 melalui Keppres RI No. 132. Walaupun Dewan Ketahanan Pangan dibentuk dari tingkat Nasional, Propinsi hingga tingkat Kabupaten/Kota namun ketahanan pangan masih jauh dari yang diharapkan. Permasalahan utama yang dihadapkan petani adalah permodalan. Rendahnya serapan kredit pertanian di daerah menjadikan bukti lemahnya kelembagaan perbankan. Sedangkan dibentuknya Dewan Ketahanan Pangan menegaskan tanggung jawab ketahanan pangan harus dipikul oleh Pemerintah Pusat dan Daerah. </p>
<p>Pangan Sehat<br />
Kebiasaan mengkonsumsi kedelai dan turunan gandum dirasakan telah menjadi bumerang. Rasa bangga mengkonsumsi roti dibanding dengan umbi-umbian menjadikan pangan khas Indonesia semakin terabaikan. Pandangan rendah terhadap tiwul, sagu, jagung semakin menyulitkan tercipta ketahanan pangan, sedangkan pangan impor dipastikan semakin melambung harganya. Ada baiknya prihatin terhadap krisis pangan dengan mencoba diversifikasi pangan impor. Rakyat Indonesia harus menyadari bahwa sumber pangan lokal merupakan potensi besar dan tidak kalah dengan impor.<br />
Sumber pangan lokal dapat dijamin unsur kesehatannya. Berbeda dengan kedelai impor asal Amerika yang diduga kuat mengandung pestisida hingga Genetically Modified Organism (GMO) yang berbahaya bagi kesehatan. Sebetulnya banyak undang-undang dan peraturan pemerintah terkait dengan keamanan hayati. UU No. 12 Th 1996 tentang Budidaya Tanaman, UU No. 7 Tahun 1996 Tentang Pangan, UU No. 7 Th. 1996 tentang Pangan, UU No. 23 Th 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU No. 29 Th. 2000 Tentang Perlindungan Varietas Tanaman, UU No. 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, PP No. 21 Th. 1995 tentang Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik, PP No. 44 Tahun 1995 Tentang Perbenihan Tanaman, PP No. 69 Th 1999 Tentang Label dan Iklan Tanaman serta SKB 4 Mentri Tentang Keamanan Hayati dan Keamanan Pangan Produk Pertanian Hasil Rekayasa Genetik. Diyakini kontaminasi GMO membutuhkan waktu hingga berdampak bagi kesehatan. Akibatnya Indonesia dijadikan ladang percobaan bagi produk rekayasa genetik. Kebiasaan memakan kedelai transgenik diperparah dengan produsen tempe yang menyukai kedelai impor dari pada lokal karena kualitasnya. Sebagai konsumen kita harus kritis terhadap apa yang kita makan dan berhak mendapatkan perlindungan pemerintah untuk mendapat pangan yang sehat dan murah.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lp2ks.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lp2ks.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lp2ks.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lp2ks.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lp2ks.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lp2ks.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lp2ks.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lp2ks.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lp2ks.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lp2ks.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lp2ks.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lp2ks.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lp2ks.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lp2ks.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lp2ks.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lp2ks.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lp2ks.wordpress.com&amp;blog=3186279&amp;post=1&amp;subd=lp2ks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lp2ks.wordpress.com/2008/03/17/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/131cbab148f77f86c7688277bdd1d92f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lp2ks</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
